Contents

the email tool that makes email marketing simple

Sign Up FreeNo credit card required.
maildroppa-promo-notebookmaildroppa-promo-spaceship

Menemukan Frekuensi yang Tepat untuk Email Anda

Published: · Last updated: · By

In brief

Pelajari cara menentukan frekuensi email pelanggan berdasarkan tujuan bisnis, preferensi audiens, jenis produk, serta pengujian dan metrik interaksi.

Tangan memegang amplop surat yang menyerupai ikon email.

Kebanyakan orang tidak suka menerima spam di kotak masuk mereka, tetapi bagaimana Anda tahu frekuensi yang tepat untuk mengirim email kepada pelanggan?

Menemukan keseimbangan yang tepat antara tetap diingat dan tidak menjadi gangguan bisa jadi sulit. Anda tentu tidak ingin membombardir pelanggan dengan email setiap hari, tetapi Anda juga tidak ingin mereka melupakan Anda.

Lihat panduan kami tentang seberapa sering mengirim email kepada pelanggan untuk mendapatkan saran dalam menemukan titik ideal bagi bisnis Anda.

Dampak frekuensi email

Sebelum menentukan frekuensi email, penting untuk memahami manfaat dan kekurangan potensial dari mengirim email terlalu sering atau tidak cukup sering. Semuanya bergantung pada menemukan keseimbangan yang sempurna dan frekuensi yang paling sesuai bagi pelanggan Anda. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

1. Tidak cukup sering mengirim email pemasaran

Kelebihan:

  • Relevansi dan nilai yang meningkat: Dengan mengirim lebih sedikit email, Anda dapat memastikan setiap pesan sangat tertarget dan relevan bagi pelanggan, sehingga nilai yang mereka rasakan dan keterlibatan mereka dapat meningkat.
  • Reputasi pengirim yang lebih baik: Lebih sedikit email dapat mengurangi risiko keluhan spam dan mempertahankan reputasi pengirim yang positif, yang dapat meningkatkan keterkiriman dan keterlibatan.
  • Antisipasi dan keterlibatan yang meningkat: Anda dapat menciptakan rasa antisipasi dan eksklusivitas di antara pelanggan, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan respons mereka.

Kekurangan:

  • Visibilitas merek menurun: Tidak mengirim cukup banyak email dapat membuat pelanggan melupakan Anda atau, yang lebih buruk, mengarahkan mereka kepada pesaing Anda.
  • Kemungkinan keterlibatan lebih rendah: Kemungkinan pelanggan melihat dan berinteraksi dengan pesan Anda menjadi lebih kecil.
  • Peluang konversi Anda lebih rendah: Kemungkinan pelanggan melakukan tindakan yang diinginkan (misalnya melakukan pembelian) menjadi lebih kecil.

2. Mengirim email pemasaran terlalu sering

Kelebihan:

  • Merek Anda lebih mungkin tetap diingat: Dengan mengirim lebih banyak email, Anda dapat memastikan kemungkinan pelanggan melupakan bisnis Anda menjadi lebih kecil.
  • Keterlibatan meningkat: Pelanggan lebih mungkin melihat dan berinteraksi dengan pesan Anda.
  • Tingkat konversi lebih baik: Semakin banyak email yang Anda kirim, semakin besar kemungkinan pelanggan melakukan tindakan yang diinginkan (misalnya mendaftar ke webinar Anda).

Kekurangan:

  • Risiko keluhan spam meningkat: Jika pelanggan merasa dibombardir dengan email, mereka mungkin menandai pesan Anda sebagai spam, yang dapat merusak keterkiriman dan reputasi pengirim Anda.
  • Keterlibatan dan konversi menurun: Jika pelanggan menerima terlalu banyak email dari Anda, mereka mungkin mulai mengabaikan atau menghapusnya tanpa membaca, sehingga keterlibatan dan konversi dapat berkurang.
  • Risiko berhenti berlangganan: Mengirim terlalu banyak email dapat membuat pelanggan mengalami “kelelahan email” dan berhenti berlangganan dari daftar Anda sama sekali, sehingga ukuran audiens dan potensi pendapatan Anda dapat berkurang.

Identifikasi tujuan bisnis Anda

Luangkan waktu untuk memikirkan apa yang ingin Anda capai melalui email Anda. Apakah Anda ingin meningkatkan penjualan? Mengedukasi pelanggan tentang produk baru? Meningkatkan lalu lintas situs web?

Frekuensi dan konten email Anda harus mencerminkan tujuan tersebut. Jika tujuannya penjualan, sertakan ajakan bertindak yang jelas, tetapi jangan mengirim email terlalu sering hingga dampaknya berkurang. Jika tujuannya edukasi, sertakan tautan ke konten yang bermanfaat seperti postingan blog.

Pada akhirnya, tujuan Anda akan memengaruhi jenis konten email yang Anda buat, misalnya penawaran, pembaruan, atau buletin.

Cari tahu preferensi pelanggan Anda

Melakukan survei kepada pelanggan untuk mengetahui preferensi mereka terkait frekuensi email adalah cara terbaik untuk memulai. Ajukan pertanyaan seperti:

  • Seberapa sering Anda ingin menerima email dari kami?
  • Apakah Anda lebih suka menerima satu buletin besar atau beberapa buletin yang lebih singkat?
  • Topik apa yang ingin Anda terima pembaruannya?

Ini tidak hanya membantu Anda menentukan frekuensi, tetapi juga jenis konten yang sebaiknya Anda kirimkan. Anda juga dapat menggunakan data keterlibatan email untuk memahami preferensi pelanggan. Perhatikan email mana yang paling sering dibuka dan diklik oleh pelanggan, lalu gunakan informasi tersebut untuk menentukan konten Anda.

Pilihan lainnya adalah memberi pelanggan yang berlangganan email Anda kesempatan untuk memilih seberapa sering mereka ingin menerima email. Anda dapat melakukannya selama proses pendaftaran, dalam rangkaian re-engagement, atau dengan menyertakan pusat preferensi di email Anda.

Pertimbangkan jenis produk atau layanan yang Anda tawarkan

Bergantung pada jenis produk atau layanan yang Anda tawarkan, frekuensi email Anda dapat berbeda. Jika itu layanan berlangganan atau sesuatu yang perlu dibeli kembali secara berkala oleh pelanggan, email yang sering dapat membantu menjaga keterlibatan mereka dan mengingatkan mereka untuk membeli.

Di sisi lain, jika Anda menjual produk seperti furnitur atau elektronik yang biasanya tidak sering dibeli orang, Anda mungkin ingin mengirim lebih sedikit email. Anda tentu tidak ingin pelanggan menjadi kebal terhadap pesan Anda atau berhenti berlangganan.

Kembangkan strategi frekuensi email

Sekarang setelah Anda mengidentifikasi tujuan bisnis dan preferensi pelanggan, saatnya membuat rencana frekuensi email. Tentukan seberapa sering Anda ingin mengirim email dan jenis konten yang harus disertakan.

Anda mungkin ingin mencoba frekuensi yang berbeda untuk berbagai jenis email guna melihat mana yang paling sesuai dengan audiens Anda. Misalnya, jika Anda mengirim email penawaran, Anda dapat mengirimnya setiap 10 hari, lalu setiap 20 hari untuk melihat mana yang memberikan kinerja lebih baik.

Penting juga untuk diingat bahwa frekuensi email hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan persamaan. Anda juga harus mempertimbangkan kualitas dan relevansi konten, serta seberapa tertarget konten tersebut bagi pelanggan Anda.

Uji dan sesuaikan strategi Anda

Sekarang setelah Anda memiliki rencana tentang seberapa sering mengirim email kepada pelanggan, saatnya mengujinya. Mulailah dengan mengirim email pada frekuensi yang telah ditentukan dan pantau metrik keterlibatan seperti rasio pembukaan, rasio klik, dan jumlah berhenti berlangganan untuk memahami preferensi pelanggan Anda.

Jika hasilnya di bawah rata-rata, sesuaikan strategi Anda. Coba ubah frekuensi, konten, atau penargetan untuk melihat apakah hasilnya dapat ditingkatkan. Terus lakukan pengujian dan penyesuaian hingga Anda menemukan titik ideal bagi Anda dan pelanggan Anda.

Ringkasan

Menemukan frekuensi email yang tepat adalah proses coba-coba. Namun, ketika Anda berhasil, Anda akan membangun lebih banyak kepercayaan, dan pelanggan akan lebih terlibat serta loyal terhadap bisnis Anda.

Penting untuk mempertimbangkan preferensi pelanggan, jenis produk atau layanan yang ditawarkan, dan tujuan bisnis Anda. Namun, Anda juga perlu terus menguji dan menyesuaikan frekuensi email untuk menemukan apa yang paling sesuai bagi Anda dan pelanggan Anda. Jadi, mulailah dengan melakukan survei kepada pelanggan, lalu kembangkan rencana berdasarkan tanggapan mereka.

Pantau metrik keterlibatan seperti rasio pembukaan, rasio klik, dan jumlah berhenti berlangganan untuk memahami seberapa sering Anda dapat mengirim email kepada mereka tanpa membuat mereka kewalahan. Dan terakhir, teruslah menguji hingga Anda menemukan hal yang mendorong hasil bagi bisnis Anda, lalu kirimkan email Anda!

Ready to Send Better Emails?

Stop juggling bloated tools or overpriced plans. Maildroppa offers personal support, GDPR-level privacy, and powerful email marketing - starting free forever.

Sign Up For Free

No credit card required. No time limit.