Contents
the email tool that makes email marketing simple
- Academy
- Pemasaran Email
- Cara Meminta Maaf atas Kesalahan dalam Email Anda: Templat & Contoh
Cara Meminta Maaf atas Kesalahan dalam Email Anda: Templat & Contoh
Published: · Last updated: · By Marcus Biel
In brief
Pelajari cara meminta maaf atas kesalahan email, dari mengakui masalah hingga memberi solusi, personalisasi, diskon, serta kapan humor tepat digunakan.
Kita semua pernah melakukan kesalahan, tetapi ketika Anda mengirim email pemasaran, satu kesalahan dapat menjadi penentu antara kampanye yang sukses dan kampanye yang gagal.
Menyadari bahwa Anda melakukan kesalahan dalam email bisa memalukan, terutama jika email tersebut dikirim ke banyak orang. Namun, penting untuk segera meminta maaf atas kesalahan Anda.
Ada beberapa cara untuk meminta maaf atas kesalahan dalam email, jadi pilih metode yang tepat sesuai situasinya.
Segera minta maaf atas kesalahan Anda dan tawarkan solusi. Namun, Anda perlu memilih metode yang tepat sesuai situasinya. Dalam artikel ini, kami membagikan empat unsur email permintaan maaf yang baik dan cara menggunakannya untuk memperbaiki keadaan dengan para pelanggan Anda.
Akui kesalahan alih-alih mengabaikannya
Kesalahan ketik kecil tidak selalu memerlukan email permintaan maaf. Permintaan maaf singkat di awal atau akhir email Anda mungkin cukup untuk menunjukkan kepada penerima bahwa Anda bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Namun, jika Anda melakukan kesalahan yang lebih serius, seperti mengirim lampiran yang salah atau lupa menyertakan detail penting dalam pesan, penting untuk mengakuinya.
Langkah pertama Anda adalah meminta maaf atas kesalahan tersebut. Ucapan sederhana seperti "kami minta maaf" bisa sangat membantu. Pastikan Anda menyebutkan topiknya di baris subjek email Anda agar pelanggan Anda tahu apa yang akan mereka baca.
Misalnya, "Kami keliru mengirim email terakhir dan kami minta maaf. Seharusnya kami mengirimkan diskon, bukan tagihan."
Selanjutnya, jelaskan apa yang terjadi dan bagaimana Anda berencana memperbaikinya. Misalnya, jika Anda mengirim lampiran yang salah, Anda dapat mengatakan, "Kami mohon maaf atas kebingungan ini. Lampiran yang benar telah ditambahkan ke email ini."
Jika Anda melakukan kesalahan dalam isi email, Anda dapat mengedit email asli dan mengirimkannya kembali, atau menyertakan koreksi dalam email permintaan maaf Anda.
Untuk kesalahan yang lebih serius, Anda harus menjelaskan bagaimana Anda akan mencegahnya terulang di masa mendatang. Misalnya, jika Anda lupa menyertakan detail penting dalam email, Anda dapat mengatakan, "Ke depannya, kami akan memastikan untuk memeriksa ulang email kami sebelum mengirimkannya."
Personalisasikan pesan Anda
Permintaan maaf yang umum dapat terkesan tidak tulus. Jadi, luangkan waktu untuk mempersonalisasikan pesan Anda dan menunjukkan bahwa Anda memahami dampak kesalahan tersebut terhadap pelanggan Anda.
Anda seharusnya sudah memiliki nama depan pelanggan sejak mereka mendaftar ke milis Anda. Gunakan nama depan mereka dalam email permintaan maaf untuk menunjukkan bahwa Anda menyapa mereka secara pribadi. Hal ini akan membuat pesan Anda terasa lebih personal dan tulus.
Anda juga dapat menyebutkan sudah berapa lama mereka berlangganan milis Anda atau seberapa sering mereka menerima email Anda. Pertimbangkan kalimat seperti, "Kami tahu betapa Anda mengandalkan email mingguan kami untuk mendapatkan berita teknologi B2B terbaru, jadi kami sangat menyesal telah melakukan kesalahan ini."
Misalnya, Anda dapat mengatakan, "Kami mohon maaf. Kami tahu Anda menantikan webinar kami bersama XYZ dan kami meminta maaf karena tidak memberikan informasi tersebut."
Hal ini akan menunjukkan kepada pelanggan Anda bahwa Anda memahami betapa pentingnya email Anda bagi mereka dan bahwa Anda berkomitmen untuk memberikan pengalaman pelanggan yang baik.
Tawarkan hadiah atau diskon
Dalam situasi tertentu, permintaan maaf sederhana mungkin tidak cukup. Anda mungkin perlu mengambil tindakan dan menawarkan hadiah atau diskon untuk mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan.
Misalnya, jika kesalahan Anda menyebabkan mereka tidak menerima pembelian, Anda dapat menawarkan diskon untuk pembelian berikutnya. Anda dapat menulis, "Langganan Anda belum ditambahkan, kami mohon maaf atas hal itu. Kami akan segera menambahkannya dan Anda juga akan mendapatkan diskon 10% untuk perpanjangan berikutnya."
Jika kesalahan Anda menyebabkan mereka melewatkan acara atau penjualan, Anda dapat menawarkan kode kupon untuk pembelian berikutnya. Anda dapat mengatakan, "Kami mohon maaf karena Anda melewatkan acara Cyber Monday eksklusif kami. Berikut kode kupon 20% yang dapat digunakan untuk pembelian berikutnya."
Atau, jika Anda memiliki produk fisik, Anda dapat menyertakan hadiah gratis dalam pembelian berikutnya. Hal ini akan menunjukkan kepada pelanggan Anda bahwa Anda berkomitmen untuk memperbaiki keadaan dan menghargai bisnis mereka.
Ini menunjukkan kepada pelanggan Anda bahwa Anda bersedia melakukan upaya ekstra untuk memperbaiki keadaan. Dan hal ini mungkin cukup untuk meyakinkan mereka agar memberi Anda kesempatan lagi.
Cobalah menggunakan humor
Kecuali kesalahan Anda menimbulkan konsekuensi serius, seperti membuat pelanggan kehilangan uang atau mengalami ketidaknyamanan, Anda dapat mencoba menggunakan humor dalam email permintaan maaf.
Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk meredakan situasi dan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda tidak menganggap diri Anda terlalu serius.
Namun, hati-hati: humor bisa sulit digunakan. Lelucon yang disampaikan pada waktu yang tidak tepat dapat menjadi bumerang dan memperburuk situasi. Jika Anda tidak yakin pelanggan akan menghargai upaya humor Anda, sebaiknya bermain aman dan tetap menggunakan permintaan maaf yang lebih tulus.
Ringkasan
Melakukan kesalahan dalam email bisa memalukan dan membuat frustrasi, tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda menanganinya. Ada beberapa cara untuk meminta maaf, jadi pilih metode yang tepat sesuai situasinya.
Hal yang paling penting adalah mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atasnya. Anda dapat mengedit email asli dan mengirimkannya kembali, atau menyertakan koreksi dalam email permintaan maaf. Untuk kesalahan yang lebih serius, Anda harus menjelaskan bagaimana Anda akan mencegahnya terulang di masa mendatang. Personalisasikan pesan Anda untuk menunjukkan bahwa Anda memahami dampak kesalahan tersebut terhadap pelanggan. Anda juga dapat menawarkan hadiah atau diskon sebagai insentif untuk mendapatkan kembali kepercayaan mereka.
Terakhir, cobalah menggunakan humor untuk meredakan situasi jika memang sesuai, tetapi berhati-hatilah agar tidak menyinggung pelanggan Anda. Dengan mengikuti kiat-kiat ini, Anda dapat meminta maaf atas kesalahan dengan cara yang membangun kepercayaan pelanggan dan meningkatkan hubungan dengan mereka.
Ready to Send Better Emails?
Stop juggling bloated tools or overpriced plans. Maildroppa offers personal support, GDPR-level privacy, and powerful email marketing - starting free forever.
No credit card required. No time limit.